Didiet Maulana sebut pengajuan kebaya ke UNESCO bentuk kebanggaan 

Didiet Maulana, desainer ternama asal Indonesia, telah mengajukan kebaya ke UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Keputusan ini diumumkan pada Senin (18/10) dalam acara Indonesia Fashion Week 2021.

Menurut Didiet, pengajuan kebaya ke UNESCO merupakan bentuk kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Kebaya merupakan salah satu pakaian tradisional yang memiliki nilai sejarah dan keindahan yang tinggi. Sebagai desainer yang telah lama berkecimpung dalam dunia mode, Didiet berharap kebaya dapat diakui oleh dunia sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia yang patut dilestarikan.

Kebaya sendiri merupakan pakaian tradisional yang sering dipakai oleh wanita Indonesia pada berbagai acara penting, seperti pernikahan, acara formal, dan upacara adat. Seiring berjalannya waktu, kebaya telah mengalami berbagai perkembangan dalam desain dan bahan yang digunakan, namun tetap mempertahankan ciri khasnya yang elegan dan anggun.

Pengajuan kebaya ke UNESCO merupakan langkah penting dalam upaya pelestarian budaya Indonesia. Dengan diakui sebagai warisan budaya tak benda, kebaya akan mendapatkan perlindungan dan perhatian lebih dalam upaya menjaga kelestariannya. Selain itu, pengakuan dari UNESCO juga akan membantu memperkenalkan kebaya ke dunia internasional, sehingga semakin banyak orang yang mengenal dan menghargai keindahan pakaian tradisional Indonesia ini.

Dengan adanya upaya Didiet Maulana dalam mengajukan kebaya ke UNESCO, diharapkan kebaya dapat terus hidup dan berkembang sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia yang kaya dan beragam. Semoga kebaya dapat terus menjadi sumber inspirasi bagi desainer dan generasi muda dalam melestarikan warisan budaya bangsa.